wilujeung wengi,
sebelum pembaca berlanjut ke tulisan selanjutnya, gue tebak pasti ada yang bertanya-tanya sama arti dari salam gue yang kedua. oke gue bantu buat artiin sebenernya itu adalah salam "selamat malam" versi orang sunda hehe. diterima atau engga, gue ini termasuk orang yang bangga dengan budaya gue sendiri termasuk budaya sunda. ngomong-ngomong budaya, gue juga mau sekalian review hasil kuliah psikologi gue yang disana dibahas tentang sikap, sifat, karakter dan budaya.
dari hasil review kemaren, gue dapet ilmu baru kalo sifat itu secara teori ada yang blg terbagi 3, yaitu:
1. berasal dari genetika
2. berasal dari lingkungan
3. 20% genetika dan 80% lingkungan
gue sih setuju sama yang ketiga, soalnya kemaren pun dari hasil diskusi kuliah gue didapet contoh misalnya: secara genetika si x adalah type orang yang pemalu tetapi karena faktor lingkungan yang ga pemalu maka sifat si x ini tidak akan cenderung pemalu.
gimana pendapat pembaca?
kemudian sikap, sikap itu secara umum dibagi dalam dua pandangan loh.
apabila ke arah yg positif maka akan mendekat
tapi apabila ke arah yang negatif maka akan menjauh
tapi, sebenarnya sikap itu sendiri juga dipengaruhi oleh beberapa sebab, yaitu:
1. kognitif (cara berpikir)
2. afektif (apa yang dirasakan)
3. perilaku
setelah pembahasan sifat dan sikap kemudian kita baru dapat mengetahui apa itu "karakter". karakter adalah hubungan antara sikap dan sifat hingga terbentuk suatu individu. individu-individu yang saling berinteraksi akan membentuk suatu "budaya" yang menjadi sebuah tradisi sosial. berbicara tentang budaya kayaknya ga bakalan abis satu atau dua malem buat ngebahas budaya kita, budaya Indonesia yang subhannallah sangat berlimpah dan wajib disyukuri. mungkin suatu saat nanti kita bahas budaya bangsa kita, yang pasti budaya yang bakalan gue bahas pertama kali budaya gue, budaya sunda haha.
oh iya, sekalian review juga nih tentang pertemuan pertemuan kemaren soalnya gue pikir dari beberapa tulisan yang udah gue post masih ada yang kurang jadi ya kurang lebih gue mau tambah-tambahin lagi dah biar lebih nyeeess.
nyambung dari bahasan diatas tentang individu-individu sebenernya kita sendiri sebagai individu kita harus punya jiwa "BRIGHT" agar mampu menjadi individu mulia, bingung apa itu "BRIGHT"? gue kupas lagi deh buat pembaca:
"BRIGHT" selain memiliki arti terang dalam bahasi inggris ternyata "BRIGHT" ini punya kepanjangan juga, yaitu:
1. Brain
Brain disini maksudnya adalah intelektual knowledge dan skill, dimana individu yang cerdas secara intelektual sudah memiliki satu dari tiga elemen BRIGHT untuk mencapai ‘Mulia’
2. Right
Right
disini maksudnya adalah spiritual capital, dimana untuk mencapai
‘mulia’ tidak hanya dibutuhkan kecerdasan intelektual saja, tetapi juga
harus memiliki kecerdasan spiritual agar kecerdasan yang dimiliki tidak
digunakan untuk melakukan hal-hal yang tercela.
3. Talent
setiap
individu dalam mencapai ‘mulia’ harus mengetahui bakat positif yang ia
miliki dan mengembangkannya untuk memberikan manfaat bagi orang lain dan
juga diri sendiri. Manusia yang ‘mulia’ akan memberikan kekuatan
positif di organisasi manapun dia berada, dan dimanapun ia berpijak.
dari hasil uts kemaren, dibahas lagi tentang soal yang keluar yaitu perbedaan dari human capital dan human resources.
Dalam Human Resource dan Human Capital secara garis besar merupakan sesuatu hal yang sama.
Persamaan secara garis besar adalah Process Activities secara keseluruhan dalam Human Resource ada juga dalam Human Capital. Process activites mengacu pada tugas/wewenang yang juga keseluruhan hampir sama.
Memang beberapa perusahaan yang pada penerapan Human Resource sebelumnya belum melakukan aktivitas proses secara menyeluruh akan kaget dengan penerapan Human Capital. Kesannya ada perubahan berarti dalam proses aktivitas dan menuju pada tugas/wewenang, padahal itu adalah proses perubahan akibat dari belum adanya proses2 yang ada sebelumnya, seperti terjadi pada perusahaan tempat saya bekerja.
Perbedaan yang ada adalah dalam Sistem Human Capital memang dapat lebih terstruktur dan sistematis yang berkaitan dengan visi misi perusahaan dan proses aktivitas yang ada dalam Human Capital juga lebih dapat terukur dengan baik.
Kesimpulannya adalah bahwa masukkan Sistem Human Resource existing (yang sudah ada sebelumnya) pada sistem Human Capital yang baru, kemudian perbaharui ata evaluasi sistem HUman Resource existing dengan disesuaikan pada sistem Human Capital yang ada, sehingga pasti tidak akan ada kerancuan dalam proses aktivitas dan tugas wewenang yang ada dalam HRD tsb
kayaknya cukup segini dulu yang bisa gue bagi buat para pembaca semua, tolong koreksi dan tambahan buat postingan ini buat perbaikan ke depannya dan semoga dengan berbagi ilmu seperti ini bisa bikin hidup kita lebih "MULIA". terima kasih.